Penelitian Puslitbang Polri Di Polres Binjai

  • Bagikan

Empat Polres di jajaran Polda Sumatera Utara, Polres Binjai, Polres Langkat, Polres T. Karo dan Polres Belawan, melaksanakan kegiatan Puslitbang dari Mabes Polri, di polres Binjai. Senin (2/3/26) pukul 13.00 wib.

Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, S.I.K., S.H., M.M., M.H., mengucapkan selamat datang kepada Ketua Tim Puslitbang Polri bersama rombongan di polres Binjai, kami polres Binjai merasa bangga dan terhormat atas di tunjuknya sebagai tuan rumah dalam kegiatan ini dan mohon arahan dan bimbingan untuk kebaikan institusi polri kedepannya., ucap AKBP Mirzal.

Ketua Tim, KBP Adi Savart Panataran Simanjuntak, S.H., S.I.K., memberikan apresiasi terhadap empat polres di jajaran Polda Sumatera Utara, atas kesiapannya melaksanakan kegiatan Puslitbang Polri.

Adapun sasaran Puslitbang yang dilakukan oleh Tim, :

Alat Material Khusus (Almatsus) Dalmas dirancang khusus untuk mendukung pengendalian massa secara bertahap, dengan fokus pada pendekatan preemptif, preventif, persuasif, dan humanis. Dilengkapi dengan peralatan seperti helm, tameng, tongkat, body protector, kendaraan taktis (seperti AWC, APC, dan security barrier), senjata non-mematikan (seperti gas air mata dan megaphone), serta peralatan pendukung (seperti kamera perekam dan APAR portable), Almatsus ini memastikan keamanan personel Dalmas sambil menjaga hak asasi manusia dan ketertiban masyarakat selama unjuk rasa. Dengan desain ergonomis dan adaptif terhadap dinamika aksi massa modern, peralatan ini menjadi instrumen vital dalam memelihara Harkamtibmas sebagai simbol profesionalisme Polri.

Namun, sejumlah permasalahan masih dihadapi dalam pengoperasian Almatsus ini, di antaranya:
1. Keterbatasan Jumlah Peralatan.
2. Kondisi Peralatan yang Tidak Optimal atau Rusak.
3. Ketidaksesuaian dengan Kebutuhan Lapangan dan Eskalasi Situasi.
4. Kurangnya Pemeliharaan dan Harwat Rutin.
5. Kurangnya Pelatihan Personel dalam Penggunaan.
6. Ketidakadaptifan terhadap Perubahan Karakteristik Unjuk Rasa.
7. Potensi Pelanggaran HAM jika Tidak Sesuai Standar.

Untuk menjawab berbagai tantangan operasional, Puslitbang Polri melaksanakan penelitian berjudul “Optimalisasi Almatsus Dalmas Guna Penanganan Unjuk Rasa Berpotensi Konflik Dalam Rangka Mewujudkan Harkamtibmas”. Tujuannya adalah mengevaluasi dan mengoptimalisasi Almatsus Dalmas di tingkat pusat dan kewilayahan guna mendukung penanganan unjuk rasa secara efektif, humanis, dan aman.

Selain penelitian di atas Puslitbang Polri juga mendapat tugas dari Bapak Wakapolri untuk melaksanakan penelitian tentang. “Peran Polri Dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan Guna Mewujudkan Swasembada Pangan“. Program ketahanan pangan Polri merupakan inisiatif strategis Polri dalam mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, khususnya dalam memperkuat produksi dan distribusi jagung sebagai komoditas pangan utama.

Polri menjalankan program ini melalui empat kegiatan utama:
1. Pemanfaatan pekarangan bergizi (budidaya ikan pekarangan & peternakan ayam)
2. Optimalisasi lahan produktif untuk tanaman jagung
3. Pengawasan distribusi pangan
4. Rekrutmen dan penempatan Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) Pertanian.

Peran Polri tidak lagi hanya pengamanan, melainkan fasilitasi, koordinasi lintas sektor, pendampingan petani, serta menjamin stabilitas wilayah produksi dan distribusi jagung agar swasembada pangan dapat terwujud.

Melalui pendekatan secara kuantitatif dan kualitatif, tim peneliti yang dipimpin oleh KBP Adi Savart Panataran Simanjuntak, S.H.,S.I.K. dengan anggota dari Puslitbang Polri serta didampingi narasumber dari BRIN melakukan pengumpulan data melalui pengisian kuesioner secara online kepada responden Internal Polri yang menggunakan Almatsus Dalmas diiringi dengan wawancara mendalam (indepth interview) kepada informan yang pernah menggunakan peralatan tersebut.

  • Bagikan