Plh.Walikota Binjai H. Timbas Tarigan, SE pimpin Apel Gelar Pasukan Patuh Toba 2019

  • Bagikan

HUMAS – BINJAI

Plh.Walikota Binjai H. Timbas Tarigan, SE sebagai pimpinan Apel Gelar Pasukan Patuh Toba 2019 di Lap Merdeka kota binjai dengan Tema “Melalui Apel gelar pasukan Operasi Patuh Toba 2019 polres binjai beserta jajaran dengan didukung Instansi terkait dan mitra kamtibmas lainnya siap melaksanakan tugas meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap Hukum dan Perumdang – undangan lalu lintas”. dalam apel gelar pasukan ini turut hadir Kodim 0203 Lkt diwakili oleh Pabung Mayor Inf. Bambang Irawan, Kepala BNN Kota Binjai Akbp Supra Yogi SH, Danyon A Brimob diwakili oleh Pasi Ops Akp I Wayan, Danyon Raider 100 PS diwakili oleh Danki C Kapten Inf. Supriadi, Para kapolsek Sejajaran, Kejari Kota Binjai diwakili Kasi Pidum Fahmi Jalil SH.MH, Kepala Pengadilan Agama Binjai Masalan Bainon, S. Ag, Ketua KNPI Kota Binjai Arif Rahman, Ketua FKPPI Binjai diwakili oleh wakil ketua bidang hukum dan Ham Riski Mardatilah, SH, Kasat Pol – PP Ahmad Yani dan Kadis Dishub diwakili oleh Staf Kasi Lalin Hermansyah.(kamis/29/08).

Dalam amanantnya, PLH. Walikota Binjai H. Timbas Tarigan,SE membacakan amanat bapak Kapolda Sumut dengan isi 8 penekanan prioritas pelanggaran lalulintas yang sering terpantau yaitu Menggunakan handphone saat mengendarai, Mengemudi dalam keadaan mabuk atau mengkonsumsi narkoba, Tidak menggunakan helm sni, Mengendarai diluar batas kecepatan, Melawan arus saat mengemudi, Mengemudi dibawah umur, Tidak menggunakan sabuk pengamanan atau safety belt saat mengemudi dan Menggunakan lampu rotator atau strobo. hal ini bisa menyebabkan kecelakaan lalulintas. Berdasarkan data operasi patuh toba 2018, jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 72 kejadian, mengalami trend penurunan 18,18% dengan selisih 16 kejadian, dibandingkan dengan operasi patuh toba 2017 sebanyak 88 kejadian.
selanjutnya jumlah korban meninggal dunia  pada operasi patuh tahun 2018 sebanyak 34 orang, mengalami trend peningkatan 6,25% dengan selisih 2 orang, dibandingkan dengan operasi patuh toba 2017 sebanyak 32 orang. jumlah korban luka berat pada operasi patuh toba 2018 sebanyak 27 orang, mengalami trend peningkatan 28,57% dengan selisih 6 orang, dibanding operasi patuh toba 2017 yaitu 21 orang,
jumlah kerugian materil pada operasi patuh toba 2018 sebesar rp.385.450.000,-, mengalami trend kenaikan 88,71% dengan selisih rp.181.200.000,-, dibandingkan dengan kerugian materil pada operasi patuh toba 2017 sebesar rp. 204.250.000,
jumlah pelanggaran lalu lintas pada operasi patuh toba 2018 berupa tilang dan teguran sebanyak 43.210 mengalami trend kenaikan 58,17% dengan selisih 15.891, dibandingkan dengan pelanggaran lalu lintas pada operasi patuh toba tahun 2017 tilang dan teguran sebanyak 27.319.

secara umum dari hasil analisa dan evaluasi tersebut di atas, bahwa dominasi pelanggaran yang terjadi adalah pelanggaran kelengkapan surat-surat kendaraan, penggunaan safety belt tidak menggunakan helm sni, dan pelanggaran terhadap rambu-rambu/marka jalan, maka dari itu, operasi ini mengedepankan tindakan preventif dan represif yang diharapkan mampu mengendalikan, menangani, mengatasi dan mengurai kemacetan dan semrawutnya lalu lintas, sehingga dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas dan fatalitas terhadap korban.
Kehadiran anggota polantas di lapangan sebagai bagian dari pelayanan kamseltibcarlantas bagi masyarakat pengguna jalan untuk mengurai dan mengatasi kemacetan lalu lintas, perlu adanya rekayasa lalu lintas dan menangani penyebab lainnya diantaranya banyak berdirinya papan reklame yang bisa membahayakan pengguna jalan, kehadiran pos-pos ilegal, parkir liar dan pasar tumpah.

Diakhir amanatnya, PLH. Walikota Binjai H. Timbas Tarigan,SE menyampaikan kepada seluruh peserta upacara agar selama pelaksanaan operasi Utamakan faktor keamanan dan keselamatan dengan mempedomani standar operasional prosedur yang ada, Hindari tindakan pungli, Laksanakan operasi ini dengan simpatik dan humanis 3S (sabar, sopan dan senyum) sesuai prosedural, Lakukan tugas dengan baik tanpa menimbulkan komplain dari masyarakat yang dapat menurunkan citra polri dan Jadilah teladan dalam berlalu lintas untuk memberikan contoh yang baik dan benar kepada masyarakat.

  • Bagikan