HUMAS-BINJAI
Pelaksanaan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Binjai berjalan aman dan kondusif. tidak ada aksi ricuh yang mengganggu kamtibmas. kesiap siagaan personil polres binjai pun turut andil dalam mengamankan aksi unjuk rasa ini. personil polres binjai sudah dipersiapkan untuk menjaga dan mengamankan aksi unjuk rasa tersebut yang langsung dipimpin oleh Kapolres Binjai AKBP NUGROHO TRI NURYANTO,SH,SIK,MH dan didampingi oleh Waka Polres KOMPOL HAMDAN,SH,MH. aksi unjuk rasa kali ini dilaksanakan di Kantor Sementara DPRD Kota Binjai jalan T.A. Hamzah Kelurahan Nangka Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai. dalam pengamanan ini dilibatkan juga Personil Kodim 0203/langkat, Personil sat Pol PP dan Personil Dishub kota binjai. massa yang melaksanakan aksi unjuk rasa damai lebih kurang sebanyak 35 orang bergerak dari titik kumpul kantor sekretariat HMI Cabang Binjai jalan T.A. Hamzah No. 471 Kelurahan Jati Makmur Kecamatan Binjai Utara bergerak menuju kantor DPRD kota binjai dengan menggunakan Sepeda motor, dan sebagaiĀ koordinator aksi an. Amsar, Faidi Kurniawan dan Andrian Firdaus serta sebagai Koordinator Lapangan an. Rahmadhanu dan sebagai penanggung jawab aksi Septian Hermawan. setelah tiba di kantor sementara DPRD Kota Binjai dan langsung disambut dengan pembacaan Shalawat oleh Peleton Asmaul Husna dari Polres Binjai.(selasa/02/10).
Dalam melaksanakan aksi, massa dari HMI membawa keranda mayat yang bertuliskan “Reformasi di Korupsi” dan beberapa poster yang berisikan Save KPK, kami bersama KPK danĀ rakyat indonesia, Tindak tegas oknum polisi yang melakukan tindakan represif, Jangan sahkan RKUHP, Sahkan saja aku dengan abang itu, DPR Nub, KPK di Ban, Presiden AFK, Rakyat Auto Lose, Koruptor MVP, Cukup Chat aku yang diabaikan, Hak Asasi Manusia jangan, Tidak mau kata tunda, yang kami mau hanya kata Tolak atau Terima…!!! dan Entah apa yang merasuki DPR, Dewan perlu Rukyah.
Kemudian mahasiswa melakukan orasi, bernyanyi dan menyampaikan pernyataan sikap Meninjau kembali UU KPK, RUU KUHP, RUU KOPERSASI dan RUU lainnya yang tidak Pro terhadap kepentingan rakyat, bangsa dan negara, Mengutuk tindakan represif aparat Kepolisian yang tendensius dan memancing amarah rakyat Indonesia, Mengutuk keras penembakan aktivis (demonstran) di Kota Kendari ketika terjadinya aksi penolakan revisi UU KPK pada tanggal 26 September 2019, Segera memberikan sanksi tegas dan mencabut HGU Korporasi yang melakukan pembakaran hutan di Pulau Sumatera dan Kalimantan dan Segera evaluasi kinerja Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang tidak bertanggung jawab atas pembiaran pembakaran hutan dan lahan.
Setelah Mahasiswa menyampaikan Orasi dan Pernyataan sikapnya, kemudian massa diterima oleh Wakil Ketua sementara DPRD Kota Binjai Ir Mhd Syarif Sitepu yang didampingi oleh Anggota DPRD Kota Binjai lainnya Kapolres Binjai, wakil ketua DPRD Kota Binjai menyampaikan kepada massa HMI agar naik ke Ruangan Rapat Paripurna DPRD Kota Binjai untuk melakukan dialog.
Dalam kesempatan ini Kapolres Binjai menyampaikan beberapa arahan dan klarifikasi yaitu Bahwa RUU KUHP yang ditolak oleh mahasiswa saat ini pengesahannya ditunda oleh DPR RI sampai waktu yang belum ditentukan dan pembahasannya akan dilanjutkan kembali oleh Anggota DPR RI Periode 2019-2024, Terkait dengan UU KPK yang telah disahkan oleh DPR RI, ada beberapa point yang ditolak langsung oleh Presiden RI dan Revisi UU KPK ini dibuat bukan untuk melemahkan KPK akan tetapi agar KPK menjadi lebih kuat lagi, Terkait dengan tindakan represif dari Kepolisian, bahwa perintah dari Bapak Kapolri dalam mengamankan aksi demonstrasi petugas kepolisian tidak ada yang menggunakan senjata api hanya gas air mata, sesuaikan SOP penanganan aksi unjuk rasa dengan cara yang humanis dan persuasif, Terkait dengan meninggalnya mahasiswa kendari bahwa pihak Kepolisian sudah menjalankan SOP penanganan aksi unjuk rasa sesuai dengan prosedur, fakta dilapangan dan hasil otopsi bahwa korban ditembak dari jarak dekat sedangkan jarak antara petugas pengamanan dengaan mahasiswa cukup jauh sehingga diduga aksi sudah disusupi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.
Hasil dari dialog antara mahasiswa HMI dengan Wakil Ketua DPRD Kota Binjai dan Kapolres Binjai bahwa seluruh anggota DPRD Kota Binjai dan Kapolres Binjai menerima seluruh pernyataan sikap dari mahasiswa HMI Cab. Kota Binjai dan mahasiswa berharap dapat bertukar pikiran kembali serta mencetuskan gagasan maupun ide-ide untuk membangun Kota Binjai kepada pihak DPRD Kota Binjai.











